Feed on
Posts
Comments

Membeli baju grosir anak adalah cara termurah untuk memenuhi kebutuhan anak. Dengan membeli baju dalam jumlah banyak, para orang tua setidaknya dapat menghemat biaya belanja sebab membeli jumlah banyak biasanya mendapat harga grosir yang sangat murah, dibawah harga pasaran.

Bicara mengenai baju anak, tak ada alasan lain selain lucu dan imut. Ya memang membeli baju-baju anak sangat menyenangkan, terlebih bagi orag tua yang baru saja mendapatkan buah hati, pastinya gemas ingin membeli dalam jumlah banyak sekaligus.

Namun kebanyakan, harga baju anak dipasaran lebih mahal dari pada harga baju orang dewasa. Saya tidak tau kenapa begitu. Padahal kalau dipikir-pikir baju anak tidak membutuhkan banyak kain, sedangkan baju orang dewasa membutuhkan lebih banyak bahan. Mungkin alasan itu bisa dijawab dengan sebuah teori, semakin kecil sebuah baju, semakin ruwet pengerjaannya. Tapi teori itu tak bisa saya sebutkan kebenarannya karena saya sendiri bukan penjahit.

Baju anak yang dibeli jadi, imut dan lucu

Baju anak yang dibeli jadi, imut dan lucu

Saya juga bukan orang yang suka menjahitkan baju. Daripada menjahitkan sendiri saya lebih suka membeli baju yang sudah jadi. Memang dengan menjahitkan baju sendiri paling tidak saya bisa memesan model yang sedang ngetren dan memilih kain yang nyaman dipakai. Tapi, gak tau kenapa setiap saya menjahitkan baju hasil akhirnya seringkali tidak sesuai dengan apa yang saya bayangkan. Seperti modelnya yang tidak sesuai atau bahkan ukurannya tidak pas, jadi harus dipermak lagi dan itu membutuhkan waktu lagi.

Dan itulah alasannya mengapa saya lebih memilih membeli baju jadi. Seperti baju anak branded murah yang ada di pasaran. Sudah branded, harganya murah lagi. Siapa coba yang gak ingin borong semuanya?

Atau mungkin masih ada ibu-ibu yang masih suka menjahit baju anaknya sendiri dengan alasan malas pergi ke pasar, capek jalan, cuacanya panas dan proses tawar menawarnya ribet. Padahal di era yang serba canggih ini mendapatkan barang apa saja bisa dilakukan melalui online.

Di toko online ibu bisa mendapatkan barang apa saja dengan harga murah tanpa harus repot jalan, kepanasan dan tawar menawar. Pilihannya pun banyak, tinggal pilih di gambar, dicek-ricek, kalau sudah sesuai tinggal klik beli. Bayar lewat transfer, tinggal tunggu barang datang.

Mudah kan, Bu? :)

Mengenai customer

Kemarin saya kedatangan seorang customer. Masih muda dan usianya baru 22 tahun. Rencananya customer saya ini mau membeli komputer dengan cara kredit.

Saat saya data mengenai pekerjaan rupanya dia memiliki 2 profesi, sebagai karyawan juga punya usaha sendiri. Sebagai pertimbangan supaya mudah di ACC oleh leasing, saya kasih pilihan mau pakai data karyawan atau usaha sendiri. Ternyata dia memilih usaha sendiri karena dirasa untungnya lumayan.

Dia ini memiliki usaha jual baju. Ya jual baju wanita, ya baju anak-anak.

Hebat nih anak, usianya masih 20-an tapi otak dagangnya jalan..

Setelah mewawancarai saya tertarik untuk bertanya lebih lanjut akan usahanya. Seperti kemana saja Ia menjual semua pakaian itu, dari mana Ia mendapatkan pakaian itu dengan harga murah dan bagaimana cara dia membagi waktunya antara bekerja dan berjualan.

Karena terus terang sangat tidak mudah membagi waktu seperti itu. Apalagi jual pakaian wanita butuh kesabaran tingkat tinggi, seperti harus pandai melipat kembali setelah dicoba, dan itu perlu waktu yang tidak sebentar.

Dan lagi-lagi saya memberi acungan jempol kepadanya karena selain jual offline dia juga menerima order secara online.
Tak bisa dipungkiri bahwa internet membantu banyak pembeli dan penjual bertransaks langsung. Dengan Internet, penjual dengan mudah menawarkan dagangannya dengan cukup mengupload foto dan memberi spesifikasi dan harga. Sedangkan bagi pembeli mereka tak perlu repot keliling Mall, depstor untuk mencari baju. Cukup duduk manis, ceklak-ceklik mouse, transfer senilai harga barang yang ingin dibeli, sudah. Tinggal menunggu beberapa hari barang sudah sampai dirumah.

Tampilan pakaian yang dijual secara online

Tampilan pakaian yang dijual secara online

Saat ini cukup banyak pengusaha-pengusaha menawarakan dagangannya dengan memanfaatkan fasilitas internet. Harga nya pun cenderung lebih murah dengan harga di toko karena media internet tak seperti toko offline. Di sana mereka tak perlu menyewa stand, tak perlu mempekerjakan banyak karyawan dan tak perlu membutuhkan ruangan besar untuk memajang dagangannya. Benar-benar sangat praktis!

Saat saya tanya berapa penghasilannya selama sebulan dalam menjalankan usaha itu, jawabannya sungguh mencengangkan, diatas 5 juta!

Hmm.. perlu dicoba nih..

Bagaimana teman, ada yang punya usaha serupa? Atau sedang berancang-ancang membuka usaha sendiri? :D

Tentang anak tetangga

Satu kata buat baju anak branded: LUCU!

Yah walaupun bukan branded tetapi apapun sesuatu yang menyangkut anak pastilah lucu. Dan imut-imut lah pastinya ya..

Kehadiran anak tentunya tidak saja sebagai anugerah dari Yang Kuasa tetapi juga membuat hidup lebih semangat, terutama bagi orang tuanya. Dan kadang-kadang bagi tetangganya. Seperti saya..

Setiap sore sepulang kerja, selalu ada saja anak tetangga yang nyamperin ke rumah. Asal melihat motor saya dirumah, dia serta merta merujuk lalu meminta sesuatu, seperti roti yang diolesi susu coklat, biskuit dan bahkan tablet adroid! Maklum mereka suka sekali mengincar mainannya. Dan jujur saja kehadiran mereka itu seketika membuat kelelahan saya seketika sirna. Dari perasaan yang semula biasa-biasa saja mendadak berubah tawa dan gemes saat mendengar ocehannya, gayanya, juga tawanya yang riang.

Saat sore itu mereka sudah dandan ganteng dengan badan yang harum minyak kayu putih, serta muka yang penuh dengan bedak cemong-cemong. Apalagi dengan gayanya yang cool dan sok jual mahal walaupun kemudian berubah rajukan manja saat diiming-imingi sesuatu.

Rupanya orang tuanya cukup jeli juga mengamati perkembangan anaknya. Demi eksistensinya didepan publik (baca=perhatian orang) sang ibu betul-betul menyulap si anak menjadi sukses menjadi jujugan tetangga untuk menggodanya. Seperti dicubit, dicium, atau malah sengaja diundang kerumah untuk dikasih sesuatu. Betul kata peribahasa, banyak anak banyak rezeki :D

Tak hanya gaya mereka yang lucu, tetapi penampilannya juga turut menjadi identitas si anak. Salah satunya Bima, anak tetangga saya. Sesuai namanya si anak ini bertubuh besar, pipinya tembem, pintar bicara, dan tidak takut sama siapa saja, bahkan orang yang tidak kenal pun di colek lalu diajak bicara.

Dengan karakternya yang seperti itu, Ibunya justru membelikan baju yang gambarnya menyerupai si anak, seperti kaos gambar giant, kaos muka pak dalang, kaos gambar werkudara, atau kaos thomas. Dan menurut perhatian saya, si Bima ini jarang banget memakai kaos gambar mc queen atau upin-ipin. Malahan kaos yang gambar muka pak dalang itu ada beberapa, katanya sih Ibunya sengaja beli banyak di pusat grosir baju anak.

Aih.. tiba-tiba kangen nyiwel pipinya.. :D

Kalau inget kaos ini jadi keingat mukanya si Bima

Kalau inget kaos ini jadi keingat mukanya si Bima

Oya selain suka ndalang, dia juga suka sekali main bola, makanya dia punya beberapa koleksi kaos BONEK warna ijo dan TimNas warna merah, sehingga klo lihat kaos ini juga keingat dia lagi..
kaos Bola

Pengumuman Blog baru

Maaf ya teman-teman bila saat berkunjung ke sini tidak ada postingan baru. Bukan semata-mata saya berhenti ngeblog atau apa tetapi akhir-akhir ini saya kesulitan mengakses blogdetik dan terlampu susah masuk ke dashboard.

Saya tidak tau mengapa bisa begini, yang jelas setiap buka blogdetik saya harus lari ke warnet dulu. Saya tidak tau dimana letak ketidak beresannya, koneksi saya atau dari server blogdetik. Terkadang saya merasa iri ketika melihat teman-teman sesama pengguna blogdetik bisa posting tulisan di blogdetik.

Saya? jangankan buka dashboard, meninggalkan komen di blognya teman yang menggunakan blogdetik saja saya juga kesulitan. :(

Mohon dimaklumi ya teman-teman apabila saya komen di FB bukan di kolom komen blog :P

Untuk melanjutkan aktivitas blog, sedari awal Januari 2013 saya lebih sering posting di blog baru saya di http://yuniarinukti.com/ walaupun begitu saya tetap menganggap blog ini adalah blog saya karena dari blogdetik inilah saya dikenal dan dibesarkan :)

Jadi.. buat teman-teman silahkan berkunjung di http://yuniarinukti.com/ yaa… Makasih banyaak.. :)

Trik aman menjaga ponakan

Akhir pekan adalah saat yang paling saya tunggu-tunggu. Selain karena libur, pada hari itu juga hari reuninya para keponakan saya. Ya, hari reuninya anak-anak.
Jumlah keponakan saya itu ada 11. *tinggal gabungin ke manajemen kesebelasan*.

3 sudah besar, 6 berusia sepantaran yaitu 5 tahun, 1 anak lagi berusia 1,5 tahun yang sedang heboh-hebohnya nangis, serta lari sana-lari sini.

Tak perlu dibayangkan lah ya bagaimana serunya menjaga 6 anak berusia 5 tahun yang kebetulan semua laki-laki. Yang pastinya bikin gemes dan harus pandai-pandai menjaga volume dan intonasi suara untuk menjaga mereka supaya tetap berada di garis aman. Rebutan mainan lalu teriak-teriak dan nangis sudah seperti alarm alami bagi mereka. Semuanya seolah tak ada yang mau mengalah.

Bila ada salah satu yang ngalah saja lalu dibujuk dan digantikan dengan sesuatu yang baru, yang lainnya langsung ikut-ikutan mengeroyok, dan ujung-ujungnya berakhir lagi dengan tangisan.

Seperti misalnya ada salah satu keponakan saya yang selalu datang membawa PS. Sedangkan PS kan paling banter dimainkan untuk 2 anak. Bila 2 anak main, tentunya 4 anak lainnya pasti melongo saja jadi penonton, kasihan kan. Untuk menanggulangi hal-hal seperti itu pelan-pelan saya simpan PS itu lalu saya gantikan dengan buku mewarnai yang saya beli di perempatan lampu merah seharga 5.000 dapat 3 buku. Tentunya crayon atau pensil mewarnai juga sudah saya sediakan. Dan memang cara seperti itu sukses membuat mereka akur dan saling memperhatikan satu sama lain.

Cara lain yang saya lakukan juga adalah dengan membelikan mereka baju anak yang senada. Misalnya saya beli baju ada gambar Mcqueen, ya semuanya juga Mcqueen, hanya warna nya saja yang saya bedakan.

Lucu dan imut-imut banget yah. Ada gambar nya juga..

Lucu dan imut-imut banget yah. Ada gambar nya juga..


Yang ini juga
Berkesan santai

Berkesan santai


Entahlah saya paling suka membelikan baju untuk mereka. Mungkin karena anak-anak ya, sehingga model dan warna yang ada dipasaran memiliki banyak ragam. Dan gambarnya pun juga lucu-lucu. Bikin gemes lihatnya.

Biasanya saat akan membelikan baju buat mereka, sebelumnya saya browsing-browsing dulu internet. Sambil melihat-lihat harga, yang saya lihat juga model, warna serta gambarnya. Yang jelas lebih mendingan lah dari pada saya harus muter-muter di Mall, bikin kaki kriting. Dan lagi diinternet banyak sekali saya temukan baju anak murah walaupun belinya hanya satuan.

Older Posts »