ceritayuni

Menceritakan semua yang bisa diceritakan

ceritayuni header image 2

Cintailah pilihanmu, maka itulah takdirmu

Februari 21st, 2012 · 6 Comments · Kontes

Takdir

“Kita berteman aja ya”

Spontan aku ucapkan kalimat itu dengan enteng didepannya setelah tau bahwa ternyata kami berbeda keyakinan. Padahal ketika itu kami belum lama berhubungan dekat, sekitar 2 bulan lebih sedikit, tidak sampai 3 bulan.

Dan dulu, sebelum memutuskan untuk berpacaran dengan dia aku sempat bertanya pada diriku sendiri, kalau aku pacaran sama dia itu takdir bukan yah? kalau seandainya kami sampai menikah apakah itu namanya berjodoh? Betapa jauh pemikiranku saat itu..

Dari sini mulailah terjadi perang batin. Dari pedang Nagapuspa sampai pedang Nagasari, dari jurus Dewa mabuk sampai jurus Dewa ngantuk semua kukerahkan..

Akhirnya aku mengambil keputusan untuk berpacaran.

Kenyataannya..

Aku harus mengambil pilihan lain dengan waktu singkat. Pikirku mumpung hubungan kita belum lama, masih dalam taraf saling mengenal satu sama lain, belum sampai menjalar kemana-mana.

Meski pilihan itu sebenarnya keputusan yang sangat sulit. Dia orangnya baik dan nyambung bila diajak ngobrol, tetapi setelah tau bahwa kami tidak seiman, dengan teratur aku memilih mundur.

Bagaimanapun keimanan adalah segalanya. Iman adalah tiang menjalani kehidupan. Apa jadinya seandainya aku memilih terus berhubungan dengan orang yang berbeda keyakinan. Memang hubungan yang berbeda keyakinan tidak dilarang, tetapi daripada batinku tersiksa terus menerus, maka lebih baik aku mengambil keputusan cepat. Mengambil pilihan yang sesuai dengan apa yang kuinginkan.

Apapun pilihan yang aku ambil, itulah takdir yang ku terima.

Ibarat sedang berdiri di persimpangan jalan. Arah mana yang akan aku ambil? Sedangkan aku sendiri tidak tau ada apa dibalik persimpangan jalan itu. Bisa jadi jalan di salah satu persimpangan itu medannya lurus tanpa hambatan tapi sebelum sampai tujuan ternyata jalannya penuh liku.

Atau bisa juga salah satu jalan lain itu jalannya penuh liku diawal lalu berakhir lurus tanpa hambatan. Atau malah ada jalan dipersimpangan itu sejak awal hingga sampai tujuan lurus-lurus saja tanpa ada hambatan apapun.Dan juga sebaliknya dari awal sampai akhir jalannya selalu penuh liku. Tinggal dimana aku harus menjatuhkan pilihan. Di simpang mana arah yang akan kuambil kemudian bagimana cara menyikapi pilihan itu secara bijak.

Pilihan dan takdir itu saling bergandengan erat.

Segala sesuatu yang sudah menjadi pilihan maka itulah takdir kita.

Dan bila sebelumnya kita tidak mengambil pilihan tepat maka takdir juga tidak bisa mengambil ketentuan sendiri.

Dan pertanyaan:

pertanyaan-cinta-bbcblogdetik-1

Jawaban saya adalah Cintailah pilihanmu, maka itulah takdirmu.

Bagai sebuah bayangan diri disiang panas yang terik, dimana dia akan mengikuti kemanapun langkah kita pergi. Begitupun takdir akan mengikuti pilihan yang telah kita yakini..

Jatuhkan pilihan sesuai keyakinanmu, maka takdir akan selalu mengikutimu..


*gambar dari google*


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

Tags: ··



6 Responses to “Cintailah pilihanmu, maka itulah takdirmu”

  1.   Klausal Jual Beli said:

    kenapa harus mikirinberjodoh apa ngaknya,,kalau kita percaya dan aykin kenapa tidak??

    [Reply]

  2.   Lidya said:

    pilihan sendiri memang harus dicintai mbak :)

    [Reply]

  3.   Ejawantah's Blog said:

    Senang dengan membaca artikel yang penuh dengan isi yang tersirat dalam suatu pemaknaan sederhana ini.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

    [Reply]

  4.   nia/mama ina said:

    kalo sudah dipilih berarti takdir yach mbak…

    [Reply]

  5.   bintangtimur said:

    Jawabannya keren Yun, bagussss banget!
    Kita harus belajar mencintai takdir kita supaya hidup ini selalu terasa indah.
    :)

    [Reply]

  6.   obat tradisional kanker paru-paru said:

    senangnnya baca postingan tante

    [Reply]

Leave a Reply