Ciri Blogger Musiman dan Bukan Blogger Musiman
6 Maret 2012 oleh yuniarinukti
Jangan salah dulu mengartikan ungkapan Bukan Blogger Semusim karena 3 kata ini bukan merupakan judul sebuah novel yang berjudul Bukan Cinta Semusim, tapi ini merupakan keyword KOTAK atau Kontes Tiga Kata yang diadakan oleh Pakde Cholik selaku Komandan Blogcamp.
Sebelum menjatuhkan pilihan untuk menjadikan diri sebagai seorang Blogger maka calon blogger harus siap dengan segala konsekuensi yang akan diterima.
Saya pernah membaca sebuah status seorang blogger yang di Facebooknya bernama Anazkia Aja. Begini statusnya:
Memakai jilbab, adalah sebuah pilihan
Saat mengenakannya, membutuhkan keistiqomahan
Menjaganya butuh keimanan
Setelah membaca kalimat itu saya menganggap bahwa seorang blogger dengan seorang wanita berjilbab nasibnya sebelas dua belas. Maksud saya tidak jauh berbeda..
Seperti halnya wanita yang menjatuhkan pilihan untuk mengenakan penutup kepala, mereka tidak sertamerta mengenakan agar terlihat cantik saja, tetapi secara tidak langsung mereka sudah mengikrarkan diri untuk tidak mempertontonkan keindahan rambutnya dimata banyak orang.
Begitu juga dengan seorang blogger. Dengan memiliki blog dan memposting tulisan-tulisannya disana mereka sudah menyandang status sebagai seorang blogger. Dan dengan menyandang status itu secara tidak langsung mereka sudah harus merelakan diri tulisan-tulisannya dibaca banyak orang, dikomentari pembacanya sehingga memicu orang untuk berkunjung lagi dan lagi. Apalagi tulisannya banyak menginspirasi dan menyegarkan pembacanya maka seorang blogger harus bersiap diri menjadi blogger artis dambaan pembaca setianya yang postingannya selalu ditunggu-tunggu.
Sayangnya banyak sekali blogger yang tulisannya bagus dan pengunjungnya banyak tidak konsisten dalam menulis alias mood-mood-an
Dibawah ini adalah Ciri-ciri Blogger Semusim:
1. Memiliki Blog hanya untuk punya-punyaan. Biasanya blogger seperti ini postingannya hanya sebulan sekali bahkan setahun sekali
2. Memiliki blog karena latah. Blogger ini adalah blogger musiman. Dikala blog sedang ngetrend pada rame ikutan bikin blog. Ketika ada media social baru bermunculan mereka meninggalkan blog dan bikin akun di social media tersebut
3. Memiliki Blog karena ada kontes. Blogger seperti ini postingnya hanya ketika ada kontes. Bila tidak ada kontes tidak posting. Biarpun begitu blogger seperti ini patut diacungi jempol karena justru bila banyak kontes maka mereka bisa posting setiap hari malah sehari 2-3 kali.
Dan Ciri-ciri Blogger yang Bukan Blogger Semusim:
1. Rajin posting minimal seminggu sekali atau seminggu 2 kali. Lebih baik lagi bila posting setiap hari. Kalaupun sedang sibuk mereka akan memberitahukan permohonan maaf tidak bisa posting tulisan dalam waktu sekian hari
2. Bila ada kontes maupun tidak ada kontes selalu meng update postingan
3. Sesibuk apapun diusahakan untuk memposting tulisan barang sebait dua bait kalimat. Beberapa blogger malah hanya menampilkan foto saja dan diberi keterangan sedikit bila tidak ada ide untuk menulis
4. Selalu menyapa teman blogger di kotak koment sekedar untuk menyambung tali silaturrahmi
Menjadi seorang Blogger adalah sebuah pilihan dan dibutuhkan power untuk menjaganya agar semua yang telah kita bangun dengan susah payah ada hasilnya dikemudian hari baik itu Material maupun Non Material.
Dari ciri-ciri yang saya sebutkan diatas, apakah itu Anda? Atau bila ada yang mau menambahkan silahkan ditambahkan ya untuk kita share disini bersama-sama..
Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Tiga Kata Bukan Blogger Semusim di BlogCamp








Informasi yang menarik, seperti buah aja yang panennya musiman. hehe
Saya telah membaca dengan seksama artikel sahabat.
Akan segera didaftar.
Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam KOTAK.
Salam hangat dari Surabaya
menjadi blogger adalah sebuah pilihan hidup mbak Yun… jadi sampai kapanpun kita harus berusaha genggam seerat mungkin..
sukses mbak Yun
wah niar ndak mau jadi BBS deh bu yuniar
kapan kopdar lagi
saya sedikit tersinggung,hehehe mantab nba,,, dulu saya pernah jadi blogger musiman heheheh
salam hangat
Revolusi Galau
Saya cuma bisa jadi penonton saat kontesnya BlogCamp digelar, karena alasan waktu.
Kebetulan disaat yang sama ada pekerjaan lain yg nggak bisa disambi buat nulis.
Semoga menang ya Mbak
Salam!
ya cuma bisa nonton dan terkaget2 kok di blogroll judul pada sama semua
Setelah ADUK kini ada KOTAK, mantaplah…
dan maunya sih jangan jadi Blogger semusim deh, lebih cinta blog dibanding sosmed l
hm…saat ini sih masih katut yg kriteria bukan semusim..moga2 saja besok2 juga masih gitu, hehe… sukses di KOTAK nya Pakdhe ya Yun..
Malah yang sering terjadi didiri saya bila ada kontest agak sulit untuk mendapatkan ide tulisan, namun bila hal ini mengalir seperti air maka biasanya ide tulisan untuk blog selalu deras. Makanya lebih nikmat berkreasi dengan blog selalu mengikuti irama alunan nurani yang dilihat dan dirasa, karena sebuah blog merupakan karya yang abadi dan dapat dinikmati oleh orang banyak.
Sukses selalu
Salam
Ejawantah’s Blog
mbk Yuni …ini bukan cerita semusim …
http://abrussiana.wordpress.com/2012/03/06/weekly-photo-challenge-the-hero/
Sebuah analogi yang menarik Mbak
aku suka sekali
semoga kita bisa terus menjaga konsistensi dalam ngeblog ya Mbak..
Semoga sukses…
Saya masuk kriteria yg mana ya mba Yun hehehehe…
kangen ketemu lagi ih
Yuuun, saya kayaknya termasuk blogger musiman deh…musim rajin atau musim males, itu dia yang menentukan kapan saya posting tulisan baru…hehehe
Apapun, nge-blog itu memang tidak boleh jadi beban.
Yang penting happy…*sambil ngebayangin iklan yang itu*
BISNIS DAHSYAT BARBIE MUSLIMAH.
Berkah..!
Hasil melimpah..!
BISNIS KREATIF,TERBARU,PEMASARAN BONEKA BARBIE MUSLIMAH.
085797262142
BERKAH DARI BARBIE MUSLIMAH
saya juga sudah membaca artikel ini seperti pakde hehehe. mbak yuni apa kabar?
Nggak ada klasifikasi blogger dua musim atau blogger empat musim, ya Yun?
d.~
aku sih blogger 4musim bukan semusim, soalnya ada musim dingin, semi, panas dan gugur heheheh
EM
berhubung saya gag punya blogg jadi saya gag termasuk dalam blogger musiman atau ngga jhehehhe
wahh
kalo saya sii gag dua duanya agh sist
jhehhehe